Mata Uang Virtual Yang Paling Banyak Digunakan Dalam Bertransaksi di Internet

110

Yodha.web.id – Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Mata Uang Virtual Yang Paling Banyak Digunakan Dalam Bertransaksi di Internet. Bagi anda yang selalu mengikuti perkembangan teknologi, istilah Bitcoin mungkin sudah terdengar akrab. Bitcoin ialah salah satu jenis cryptocurrency yang paling bernilai di dunia.

Cryptocurrency sendiri adalah sebuah penemuan di internet, yakni mata uang digital yang beroperasi secara independen tanpa campur tangan bank sentral. Idenya adalah bagaimana membuat sistem di mana uang tidak terikat oleh lokasi Xgeografis seperti internet.

Meski Bitcoin merupakan mata uang virtual berbasis cryptocurrency yang paling banyak diperbincangkan, sebenarnya ada 3.000 lebih jenis mata uang digital di dunia ini. Dikutip dari Hongkiat, berikut 5 mata uang virtual dengan kapitalisasi pasar terbesar berdasarkan analisa CoinGecko.

BITCOIN

Bitcoin (BTC) adalah mata uang digital pertama dan disebut-sebut sebagai yang terbaik. Bitcoin ini diciptakan oleh Satoshi Nakamoto dan diluncurkan ke publik secara open source pada tahun 2009. Saat ini Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar terbesar yaitu sekitar US$ 15 miliar. Biasanya kebanyakan orang menggunakan mata uang digital Bitcoin sebelum mencoba yang lain, karena bitcoin memiliki reputasi baik.

Selain Bitcoin, semua mata uang digital lainnya disebut sebagai ‘altcoins’ (koin alternatif). Bitcoin dikenal karena ia menjadi yang pertama, paling mudah untuk didapatkan dan di terima secara luas untuk transaksi di internet.

ETHERUM

Tahun 2014, Vitalik Buterin membuat sebuah platform bernama Ethereum. Platform tersebut pun mempunyai mata uang virtual seperti Bitcoin, yang diberi nama Ether. Dengan bantuan beberapa rekannya, ia berhasil meraih dana sebesar US$ 18 juta secara crowdfunding untuk mendanai pengembangan platform tersebut. Saat ini, nilai seluruh Ether di dunia sudah mencapai angka US$ 942 juta.

Ethereum di kenal karena kemampuannya untuk melakukan pembayaran dengan cara Peer-to-peer tanpa menggunakan pihak ketiga.

LITECOIN

Litecoin atau LTC dirilis secara resmi ke publik pada tahun 2011. Cryptocurrency ini dibuat oleh mantan karyawan Google, Charles Lee, dengan tujuan untuk membuat Bitcoin yang lebih baik.

Seperti Bitcoin, Litecoin digunakan sebagai mata uang virtual untuk transaksi barang dan jasa. Saat ini Litecoin memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 200 juta, jauh dari puncak tertinggi US$ 1,2 miliar pada 2013.

MONERO

Monero merupakan mata uang digital yang lebih berfokus pada privasi, sehingga Monero lebih aman dan tidak dapat dilacak. Monera berada pada posisi keempat dengan kapitalisasi pasar sekitar US$181 juta.

Monero banyak digunakan oleh individu yang ingin tetap menjadi anonim di internet.

DASH

Dash merupakan kepanjangan dari Digital Cash yang awalnya bernama Darkcoin dan harus diganti untuk keperluan pemasaran. Berbeda dengan Bitcoin dan Litecoin, DASH menggunakan algoritma X11 yang menggunakan 11 putaran fungsi hash yang berbeda-beda.

Algoritma tersebut diklaim lebih cepat dan menggunakan kinerja komputer yang lebih efisien. Total kapitalisasi pasar Dash sekarang ialah US$ 113 juta.

Ripple

Ripple atau dikenal juga dengan XPR merupakan mata uang digital yang awalnya dikembangkan secara tertutup oleh Ripple Network untuk membuat sistem pembayaran yang aman, mudah, dan cepat.

Namun pada tahun 2013, Ripple Network memutuskan untuk membuat proyek ini menjadi open source di bawah lisensi ISC. Ripple menggunakan algoritma Consensus yang memungkinkan proses pembayaran, pertukaran, dan pengiriman uang secara terdistribusi.

Kini sistem Ripple telah diintegrasikan ke beberapa bank dan jaringan pembayaran untuk mengurangi biaya. Kapitalisasi pasar Ripplw saat ini ialah US$ 234 juta.

Zcash

Kelebihan Zcash ialah dapat mengenkripsi transaksi dan jumlah yang ditransaksikan, sehingga tidak bisa dilacak.

Zcash sendiri dibangun atas dasar algoritma kriptografi yang disebut zero-knowledge proof. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk membuktikan bahwa mereka memiliki uang tanpa menunjukkan identitas atau berapa uang yang akan mereka transaksikan.

Dengan demikian, pengguna akan memiliki kontrol yang lebih besar tentang privasi dalam transaksi digital.

Sekian artikel mengenai Mata Uang Virtual Yang Paling Banyak Digunakan Dalam Bertransaksi di Internet dari Yodha.web.id, semoga memberikan banyak manfaat dan mudah anda pahami. Sampai jumpa di artikel berikutnya. 🙂