Pengertian Router, Fungsi dan Cara Kerja pada Jaringan Komputer

121

Yodha.web.id – Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Pengertian Router, Fungsi dan Cara Kerja pada Jaringan Komputer. Dalam dunia komputer, tidak selamanya kita hanya menggunakan komputer maupun laptop saja. Seringkali komputer yang kita gunakan baik di kantor maupun di rumah, harus dihubungkan dengan perangkat lainnya untuk beberapa keperluan, misalkan untuk berbagai file.

Semisal tempat Anda bekerja mempunyai banyak devisi. Andai kata kantor Anda tersebut berlokasi di sebuah gedung bertingkat. Suatu ketika Anda sedang mengerjakan proyek di lantai satu dan Anda diharuskan untuk mengirimkan data proyek tersebut kepada devisi lain di lantai yang lain (misal lantai dua dan tiga). Untuk menjamin efektivitas dalam jam kerja, penggunaan jaringan lokal sangat diperlukan, dan perangkat yang paling efisien untuk mengolah berbagai jenis jaringan, baik jaringan lokal (LAN), MAN dan lainnya adalah router.

Pengertian router

Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menganalisis paket data yang ditransmisikan dalam sebuah jaringan ke jaringan yang lainnya. Router juga mempunyai fungsi untuk menentukan apakah sumber dan tujuan transmisi berada pada jaringan yang sama ataupun harus ditransfer dari satu jaringan ke jaringan lainnya, dimana membutuhkan pengkodean informasi untuk data protocol yang baru.

Pada tahun 1980, setelah melalui riset yang panjang yang diawali dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, akhirnya konsep pertama router dibuat. Router ini mempunyai bentuk selayaknya komputer mini yang didedikasikan untuk melakukan proses enkripsi. Kini, router modern mempunyai kecepatan yang tinggi dalam mengirimkan, mentransmisi maupun melakukan manajemen data dalam jaringan komputer.

Fungsi router

Seperti telah dibahas sebelumnya, router mempunyai fungsi untuk menganalisis paket data yang masuk ke dalamnya. Paket data yang masuk kemudian akan melewati skema penyeleksian untuk menentukan jalur paling optimal untuk mengirimkan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Data yang masuk ini akan dikempokkan ke dalam tabel routing. Proses routing sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu static routing dan dynamic routing.

Static routing merupakan salah satu jenis routing yang mengharuskan admin yang secara manual mengatur dan mengonfigurasi tabel routing sekaligus menenentukan masing-masing rute yang harus dipilih. Dikarenakan konfigurasi tabel routing yang diatur secara manual, semua data jaringan yang masuk dan keluar melalui proses routing ini selalu melalui jalur yang sama.

Oleh karena selalu melalui jalur yang sama, static routing mempunyai kelebihan jika kita menggunakannya untuk keperluan pertukaran data dalam jaringan. Namun static routing memiliki kekurangan. Jika salah satu atau beberapa titik pada tabel routing bermasalah, maka harus dilakukan perbaikan secara manual dan umumnya tidak cocok untuk mengatur jaringan yang mempunyai kompleksitas tinggi dengan area yang luas seperti di perusahaan.

Di lain pihak, dynamic routing dapat membuat tabel routing berdasarkan asal dan tujuan data yang terlibat dalam routing untuk kemudian dipilihi jalur yang optimal. Pada dynamic routing ini fungsi router diutamakan untuk memilih jalur pertukaran transmisi data berdasarkan perubahan susunan logika secara real-time tergantung banyaknya titik jaringan yang terlibat dalam sistem routing tersebut.

Cara kerja router

Seperti kita ketahui sebelumnya, router ini menghungkan jaringan satu dengan lainnya dan memfasilitasi transmisi diantara kedua jaringan tersebut. Secara sederhana router setidaknya memerlukan dua kartu jaringan atau yang dikenal dengan istilah Network Interface Card (NIC) yang secara fisik dipasang pada jaringan yang satu, dan satunya pada jaringan yang lain. Gambar berikut memberikan contoh sederhana jika kita memiliki dua buah jaringan yang akan kita hubungkan melalui sebuah router.

Jumlah jaringan yang terhubung pada router dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing router yang kita gunakan. Jika kita hanya menghubungkan router hanya dengan dua jaringan saja, tentu hal tersebut sangatlah mudah dan sederhana. Namun ketika kita berhadapan dengan jaringan besar dan juga kompleks, maka pengaturan router akan menjadi kompleks juga.

Sebagai contoh jika kita akan menghubungkan tiga jaringan dengan menggunakan beberapa router, maka kita bisa menghubungkannya secara berantai seperti pada kasus sebelumnya atau dengan menghubungkan masing-masing jaringan ke masing-masing router seperti diperlihatkan dalam skema pemasangan berikut ini.

Sistem kerja pengiriman data jaringan pada router ini mirip dengan prinsip rangkaian listrik seri dan paralel. Sebagai contoh pada konfigurasi 1 di atas. Pada konfigurasi ini, andaikata kita akan mengirimkan informasi dari subnet A ke subnet C. Jika salah satu router bermasalah, baik router A maupun router C, maka data jaringan yang kita kirimkan dari subnet A ke subnet C akan mengalami kendala dan tidak akan tersampaikan sebagaimana seharusnya.

Hal tersebut tidak akan terjadi seandainya ada sebuah router lain yang menghubungkan jalur antara subnet A dan subnet C. Sebagai contohnya adalah konfigurasi 2. Pada konfigurasi ini seandainya kita akan mengirimkan informasi yang sama, yaitu dari subnet A ke subnet C. Jika router C bermasalah, maka aliran informasi dari subnet A ke subnet C masih bisa tersampaikan karena sistem router akan memilih jalur melalui router A dan kemudian dilanjutkan melalui router B.

Pada dasarnya router akan memilih jalur tercepat agar informasi yang kita kirimkan dari subnet yang satu ke subnet yang lainnya dapat terkirim secara optimal. Pada konfigurasi 2 di atas, jika kita akan mengirimkan data dari subnet A ke subnet C, secara logika jalur melewati router C akan lebih cepat dibandingkan melalui dua router A dan B. namun hal ini terlihat jelas karena kita masih melibatkan tiga jaringan dan tiga router. Lalu bagaimana jika jaringan kita lebih kompleks lagi?

Router memiliki pencatatan metric prefix yang tertuang dalam tabel routing. Setiap alur transmisi jaringan akan memiliki metric prefix-nya masing-masing. Dari metric prefix ini kemudian router membuat tabel routing. Pada saat kita mengirimkan suatu data dari jaringan yang satu ke jaringan yang lainnya, router akan memilih metric prefix dalam tabel routing yang menunjukkan nilai paling optimal dan meneruskan informasi yang kita kirim melalui jalur tersebut.

Sekian artikel mengenai Pengertian Router, Fungsi dan Cara Kerja pada Jaringan Komputer dari Yodha.web.id, semoga memberikan banyak manfaat dan mudah anda pahami. Sampai jumpa di artikel berikutnya. 🙂